Just another Blogdetik.com weblog

Kebanggaanku (seorang anak desa) terhadap Indonesia


me

Halo..namaku Arko.

Aku lahir dan dibesarkan di sebuah daerah, di pinggiran kota Jogja (sekitar 30 menit dari pusat kota). Meski cuma anak desa, tapi aku bangga pada bangsa Indonesia. Betapa tidak? Di kala “senja” datang seperti 10 tahun belakangan ini, ternyata banyak prestasi anak bangsa yang terus bermunculan. Carilah ahli apa saja. Ingin ahli mikroskop electron? Ada 13 nama asli warga Negara Indonesia. Butuh ahli torpedo? 40 nama bisa disodorkan. Mereka serta ratusan anak bangsa lain dengan keahlian khusus bertebaran di negeri asing, mempersembahkan karya.


Mas agus adalah salah satu diantara ratusan anak bangsa yang memiliki andil besar dibidang teknologi mitigasi pasca gempa, tingkat dunia. Berasal dari keluarga berekonomi serba mepet, kini dia sudah berhasil, melanglang buana di berbagai penjuru dunia. Tumbuh tanpa didampingi sang ayah, ketika dia masih sekolah, ibunya bekerja sebagai pembantu rumah tangga (dengan penghasilan hanya 25ribu/bulan). Meski tinggal di tengah kota dan diapit tembok beton raksasa, namun tidak berarti membuat rumahnya yang hanya terbuat dari anyaman bambu menjadi ikut terlindung dari bocor dimusim penghujan. Tak kuat membayar biaya pemasangan listrik, membuat ia dan ibunya hanya diterangi dengan beberapa buah lampu teplok dari kaleng bekas, setiap malam harinya (sehingga untuk belajar malam, dia pun harus rela menumpang belajar di serambi masjid, setelah solat magrib sampai dengan sehabis solat isya).


Saat hendak masuk kuliah s1 (di salah satu PTN terbaik di Indonesia) dan kesulitan biaya, tidak jarang mas agus curhat kepada ibuku. Bukan supaya dicarikan biaya/beasiswa, melainkan justru lebih ingin dicarikan kerja sambilan saja (karna dia berprinsip tak mau mendapat uang, secara cuma-cuma).


Tapi masa sulit seperti itu, kini, tinggal menjadi masa lalu. Karena tak selang lama setelah kelulusan S1 nya, mas agus mendapat kesempatan study di eropa. Dan setelah lulus s2, hanya selang setahun dari kepulangannya di Indonesia, ternyata dia mendapat kesempatan menuntut ilmu lebih tinggi lagi. Yaitu, s3 di australia. Bahkan kabar terakhir yang saya dengar (2008), karena dianggap penting, desertasi s3 nya malah sempat sampai dijadikan proyek oleh PBB. Sebuah perjalanan emas, salah seorang anak bangsa.


Lain mas Agus, lain Yudistira Virgus. Pada tahun 2004 seorang anak bangsa (Yudistira virgus) berhasil meraih medali emas dalam Olimpiade Fisika Internasional di  Pohang, Korea Selatan. Dari ratusan finalis yang ikut, dia mampu menjadi salah satu peraih medali emasnya dan mengalahkan 73 negara, termasuk Amerika Serikat! Tak mau ketinggalan dengan tim olimpiade bidang fisika, peraih emas  olimpiade bidang Astronomi Internasional di Ukraina (2004) pun adalah seorang anak indonesia. Dengan belajar hanya menggunakan fasillitas “astronomi” seadanya, bahkan cuma bersekolah di sebuah kota kecil sebelah timur propinsi Jogjakarta (Klaten).. Masyur aziz berhasil meraih medali emas olimpiade astronomi (itu pun peraih medali emas peringkat no. 1, dari 5 orang juara peraih medali emas) sedunia.


Selain ketiga orang diatas tanpa disadari ternyata banyak generasi muda Indonesia yang berhasil mengukir prestasi ditingkat dunia. Dan pencapaiannya pun cukup spektakuler. Sebut saja Agustinus peter sahanggamu, Rezy pradipta, dan Widagdo Setiawan. Beserta 4 orang teman kuliahnya, oleh MIT (Massachusetts Institute of Technology), ketiga orang itu diutus sebagai delegasi guna mengikuti ”Boston Undergraduate Phisycs Competition”, yang merupakan kompetisi tujuh universitas top dunia: Harvard, Berkley, MIT, Stanford , Briston, California Institute of Technology (Amerika) dan Bremen (Jerman). Dari enam soal, Peter memperoleh hasil perfect untuk 3 soal diantaranya. Reza juga tiga nilai perfect. Alhasil MIT keluar sebagai juara umumnya.


Nelson tansu (pria asal medan ini) pada usia 25 tahun dia sudah diangkat sebagai Profesor di Lehigh University, Pennsylvania (USA). Dan ketika berusia 26 tahun, dia tercatat sebagai profesor termuda di salah satu universitas bergengsi di daerah East Coast, USA. Bahkan 3 penemuannya tentang fiber optic dan semikonduktor laser sudah dipatenkan di AS.


Tidak hanya sebatas itu..ada juga anak bangsa yang dipercaya menjadi satu dari delapan orang yang menembakkan proof ke Mars (Rizal fajar hartadi). Dan ada pula ibu Pratiwi Sudarmono, yang dulu sempat hampir dikirim oleh NASA dalam penerbangan ke antariksa (meski akhirnya batal, gara-gara penerbangan pesawat ulang-alik yang sebelumnya mengalami kecelakaan di udara).


Namun itu semua adalah anak-anak bangsa, yang sudah berusia dewasa (18+). Lalu bagaimana dengan para remajanya?

Tahun 2003, penelitian yang dilakukan seorang anak KIR kelas II SMA 6 Jogjakarta telah mampu membawa mereka memperoleh sertifikat tanda jasa (certificate of merit as Young Master Innovator in the field of Farming Technology) dari World Intellectual Property Right Organization (WIPO), dan Asean Youth Award on Entrepreneurship (2004). Penelitian mengenai “pemanfaatan bonggol pisang sebagai makanan alternatif pemenuh kebutuhan serat” itu, dilatar belakangi oleh banyaknya orang yang sakit karena kekurangan konsumsi serat. Sedangkan di dalam bonggol (akar) pisang kandungan seratnya (relatif) sangat tinggi. Padahal pohon pisang bersifat monokarpik (akan mati setelah satu kali berbuah), dan selama ini yang digunakan hanya bagian buah dan daunnya saja. Sedangkan bagian akarnya (bonggol) tak pernah dimanfaatkan. Bahkan dari perhitungan diperkirakan jumlah bonggol pisang di Indonesia mencapai 3juta ton/tahunnya dan hanya terbuang sia-sia. Maka bonggol (akar) pisang yang kaya serat ini kemudian diolah menjadi keripik berserat alami, guna membantu memenuhi kebutuhan diit serat masyarakat setiap hari.


Pada tahun 2004, Ika rahmatina, anak kelas 1 SMA dari pelosok Bojonegoro,, saking pelosoknya, sampai-sampai hanya untuk menemuinya saja ibuku (tugas kantor) sempat harus datang sendiri ke sekolahannya di Bojonegoro (sebab, saat itu disekolahnya belum pasang telepon, begitu juga dirumahnya). Dia Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah tingkat Asia Tenggara dengan penelitiannya tentang ”pengaruh biji jarak terhadap masa kehamilan mencit”. Dan kabarnya, setelah juara 1 se-Asean ini, karya tulisnya itu dilombakan lagi se-Asia (di Cina) dan lagi-lagi memperoleh juara pertama. Siapa dia? Anak indonesia!


Mulyono, ketika masih menjadi siswa kelas III SMA 2 Pare, meski berasal dari keluarga sangat sederhana, dia mampu mendulang medali perunggu dalam ajang olimpiade Biologi di Brisbane, Australia. Sudah ditinggal ayahnya sejak kecil (usia satu tahun) karena kecelakaan, ibunya yang sehari-hari bekerja cuma sebagai pembantu dan buruh, serta jauhnya jarak rumah-sekolah (25km) yang mengharuskan ia berangkat dengan naik angkot, setelah sebelumnya dia harus mengayuh sepeda dulu sejauh 6 km untuk mencapai jalan raya (itu pun dengan sepeda yang dibelikan saat dia masih duduk dikelas IV SD).. ternyata, kegigihan Mulyono membuahkan hasil luar biasa. Dia ikut mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia. Peraih medali emas di perlombaan First Step to Nobel Prize (4 kali berturut-turut, mungkin lebih) tak pelak juga diraih oleh anak-anak indonesia (dan 3 diantaranya bahkan diraih oleh anak-anak dari Papua).


Pada awal jaman kemerdekaan pun, banyak kisah kehebatan anak bangsa yang tak kalah menariknya. Seperti pada tahun 1950. Pada masa awal mempertahankan kemerdekaan Indonesia (pasca agresi militer belanda II, 1948) banyak rakyat indonesia yang terjangkit penyakit tetanus. Karena harga vaksin dari luar negeri sangat mahal dan situasi amat mendesak, maka dokter Sardjito membuat vaksin sendiri, dengan media tumbuh hanya menggunakan agar-agar (itu pun cuma menggunakan agar-agar daur ulang) serta kaldu tempe! Dan ternyata, hasilnya optimal! Selain itu, dimasanya, beliau juga berhasil menemukan obat peluruh batu ginjal (dari tanaman tempuyung) yang selanjutnya dibikin dalam bentuk kapsul (dengan nama Calcusol). Dan dijual dengan harga murah (sesuai pesan beliau kepada anaknya: “supaya bisa terjangkau masyarakat luas”), bahkan masih dipasarkan hingga sekarang. Pada tahun 1963, penelitian Prof. Muso (ahli biologi UGM) mengenai kultur jaringan tanaman anggrek, karena begitu bagusnya,,kabarnya, sampai-sampai ditiru dan dipatenkan oleh Singapura.


Dan sekitar awal tahun 2000, Dr. Sardjiman beserta tim (dari fakultas Farmasi UGM) bahkan telah mampu mensistesis (merancang/membuat) 40 jenis molekul baru, yang mencontoh dari curcumin (senyawa aktif dalam tanaman temulawak). Yang beberapa diantaranya diketahui beraktifitas sebagai obat antikanker dan antiinflamasi. Sedangkan sebagian lainnya berguna dalam industri kosmetik. Dan saat ini sudah dipatenkan di Amerika.


Tidak hanya dibidang penelitian..”maha karya” lagu ciptaan peterpan (grup band Indonesia) yang berjudul “tak bisakah kau menungguku” pun, begitu mempesona. Sampai-sampai dijiplak oleh penyanyi india (bahkan sempat menduduki tangga lagu paling atas di india), dan dipakai sebagai soundtrack film Bollywood.


Musik dan kesenian asli rakyat indonesia sangat beragam, indah, dan tidak kalah menariknya. Hingga, Malaysia yang “miskin” kesenian tradisional sempat mencoba mengklaim beberapa kesenian asli Indonesia sebagai miliknya. Pulau, keindahan alam, serta biodiversitas (keaneka ragaman hayati) Indonesia yang begitu menawan, tidak diragukan lagi, selalu diperebutkan oleh banyak negara di dunia. Namun sayang, oleh bangsa indonesia sendiri justru baru sedikit yang sudah dimanfaatkan. Oleh karena itu, ditangan anak-anak bangsa yang mau berprestasi dan mau gigih berjuang seperti merekalah (mas agus, yudistira virgus, mulyono, ika rahmatina, dll), nasib bangsa Indonesia dipertaruhkan.Bak mutiara yang timbul dikala senja menjelang. Di saat bangsa ini mengalami krisis disegala bidang..justru timbul anak-anak ber-ide cemerlang, memberi secercah harapan.


merah putih teruslah berkibar..

Bagiku,,

bukanlah dia yang bisa terbang, berbadan tegap atau kebal peluru, yang bisa disebut sebagai manusia super..

Melainkan,

mereka yang gigih berjuang dan berani melawan keterbatasan, hingga mampu bangkit dari keterpurukan.. mereka itulah SUPERMAN yang sebenarnya.


**Dan kubangga pada bangsa Indonesia, karena superman-superman hebat itu banyak bermunculan di negeriku tercinta ini, “negeri Indonesia”.**


Kebetulan, dari semua yang saya ceritakan di atas tadi, beberapa saya kenal baik orangnya. Namun mengenal mereka saja belum cukup, rasanya. Kelak, aku ingin menjadi salah satunya. Bagaimana dengan anda?


(sebagian) sumber data penulisan blog ini saya simpan & dapat anda lihat disini:

 http://arkojw.blogspot.com/

andaikan dia tahu..


duhai pujaan hatiku..
bolehkah kulabuhkan hati ini ke dlm pelabuhan hatimu..?
hny utkmu&hny dgmu,seorg..

pun,,
jika ku hrs mlewati jalan terjal&berliku..ku rela mlakuknx utkmu.hny demi dirimu..
krn,hny dgmu..hdpku kn trasa tristimewa.

Sygku..ku sgh2 syg pdmu..
-ILOVEU-

Maka..
Jgn tinggalkn aku sndirian y,syg..
karna,ku pasti kn ksepian.

dan kumohon..
jangan jauh2 dariku y,cantik..
karna km adalah sumber inspirasiku..

aku sungguh membutuhkanmu,e..duhai penyejuk hatiku.
krn bgiku,hny km,satu2ny wanita tristimewa ddunia..

hasil jepretanku, tgl 27/8/09


arkopemandangan senja
-sawah-

kamera: Sony Ericson k770i

(27/8/09, 16.00wib, bantul)
arko

*tanpa editan (kecuali cuma diterangin cahayanya doang)

Merah Putih Indonesiaku


Merah Putih Indonesiaku

Indonesia kini berusia 64 tahun. Telah banyak peristiwa dialami sebagai bangsa yang terus membangun ini. Bom JW Marriott, bom bali dan carut-marutnya dalam belajar berdemokrasi.

Namun sebagai orang indonesia, kita tetap bangga karena Indonesia mempunyai pulau-pulau eksotik yang keunikan budayanya tak ada duanya di dunia.

Pada ulang tahun kemerdekaan bangsa Indonesia itu, Blogdetik mengadakan lomba penulisan bertema “Bangga sebagai bangsa Indonesia”. Hadiah yang bisa diperoleh adalah Blackberry, kamera digital dan juga merchandise dari blogdetik.

Syarat Peserta :

  1. Tulisan menceritakan mengenai indonesia dari sudut pandang personal. Bisa menceritakan kecintaan mengenai suatu peristiwa, atau budaya atau produk yang membanggakan.
    Atau bisa juga menceritakan kecintaan Anda ketika ikut merayakan pesta tujuh belasan, atau menyikapi kondisi indonesia zaman dulu sampai sekarang.
  2. Tulisan harus original dan belum pernah di publikasikan di media manapun.
  3. Peserta wajib memasang banner “merah putih indonesiaku” sebagai tanda keikutsertaan. Copy paste kode di link berikut ini ke widget anda.
    Cara Pasang Banner bisa di klik di sini.
  4. Memakai tag “merah putih indonesiaku di blogdetik” pada postingan
  5. Keputusan Juri mutlak dan Tidak dapat diganggu gugat.
  6. Peserta khusus menggunakan blogdetik.com (bagi yang belum mempunyai blogdetik silakan klik di sini
  7. Tidak berlaku untuk keluarga besar Detikcom dan seluruh karyawannya

Cara Mengirimkan Tulisan:

  1. Peserta harus mengirimkan url (alamat) tulisan ke email adminblog@detik.com dengan Subject: merah putih indonesiaku
  2. Dalam email tersebut peserta mencantumkan:
    * Nama
    * Alamat
    * Nomor telepon
  3. Dengan mengirimkan email ikut serta pada kontes ini, peserta otomatis menyatakan kalau tulisan yang dikirimkannya adalah asli karya sendiri bukan merupakan hasil plagiat.

Kriteria Penjurian:

  1. Pemenang adalah yang tulisannya inspiratif sesuai dengan tema lomba
  2. Posting yang diikutkan harus dipublikasikan di blogdetik pada saat kompetisi sedang berlangsung, bukan posting yang sudah dibuat sebelumnya dan belum pernah dipublikasikan
  3. Posting bisa berupa tulisan, gambar, atau foto
  4. Artikel yang diikutsertakan wajib menggunakan bahasa Indonesia.
  5. Isi artikel tidak berhubungan dengan periklanan internet, tidak mengandung unsur pornografi, tidak mengandung SARA.
  6. Banyaknya jumlah komentar

Periode Lomba : 3 Agustus – 3 September 2009
Pengumuman Pemenang : 11 September 2009

sumber dari: http://microsite.detik.com/Merah_Putih_I…

AYOOOO..MELUUUU……..!!!!!

:-D